Kesedihan yang berbicara dalam bahasa sepi
Hanya hati yang mengerti yang dapat membacanya
Aku ingin menjadi temaram
Pada senyapnya senjamu
Jauh dari terang yang menyilaukan
Tapi pasti ada
Kesepian yang bernyanyi dalam nada-nada sunyi
Hanya jiwa yang mengerti yang dapat mendengarnya
Aku ingin menjadi desau
Diantara gemerisik daun di belantara hutanmu
Bukan deru yang hebat
Tapi pasti ada
Serukan bahasa sunyimu
Senandungkan lagu-lagu sepimu
Tak perlu aku terlihat,
Ku hanya ingin kau merasa
@Depz: Again.. thx pict nya.. ^.^
Tags: 57463
Posted in puisi baru
Dan pada akhirnya, aku hanya membiarkan kertas kosong itu tetap putih tanpa sedikitpun coretan.
Rasa sepi ini begitu berisik hingga aku tak bisa berkonsentrasi.
Berdengung seperti tawon tepat di telingaku.
Aku kehilangan melodi
Aku kehilangan lirik
Aku kehilangan imajinasi.
Argh!
Rasa sepi ini begitu mengganggu..
Please come.. usir rasa itu dariku
~
082412
Posted in fiksi
mendekatlah..
tumpahkan kesah dan resah
kemarilah..
tautkan lelah dan gundah..
ledakkan tangis dan amarah…
aku gunung besar
jadikanku tempat bersandar
kan kubagi tegar
aku sebuah relung
jadikanku tempat bergelung..
kan kubagi dukung
bernafaslah
hirup kehidupan sebelum
ajal menjelang
untukmu aku selang
bagimu aku tulang belakang
mendekatlah kemari..
dalam peluk kita berbagi..
~lena~
Tags: PUISI
Posted in puisi baru
Sekian lama aku bertanya-tanya, apa itu cinta.
Sekian lama aku belum juga menemukan kalimat yang dapat mendeskripsikan dengan tepat, apa itu cinta.
Sekian lama aku mendengar orang bicara tentang cinta, dan tak satupun dapat membuatku puas dengan pendapat orang tentang, apa itu cinta.
Ketika aku tanyakan hal ini padamu, dengan kalimat sederhana kau menjawabnya
“Cinta adalah ketika kau merasakan kegembiraan yang luar biasa, bahkan hanya dengan melihat rumahnya saja”
Selanjutnya kamu pasti mengerti…
Tiap orang yang pernah merasakan cinta, tentu tau apa itu cinta. Jika Ia tidak bisa mendeskripsikannya, mungkin Ia sudah lupa bagaimana rasa cinta. ‘Lupa’ yang sangat mungkin terjadi oleh beragam ’sebab’. Atau, Ia memang bukan orang yang pandai mengolah kata-kata. (begitu katamu)
Aaaah, lalu apa yang aku rasakan ini?
Aku bahagia luar biasa hanya dengan menyebut namamu dalam hati.
Tak perlu melihat rumahmu.
Tak perlu memandang wajahmu.
Tak perlu mendengar suaramu.
Aku bahagia hanya dengan mengingatmu.
Jadi, apa yang kurasakan ini?
Tags: cinta?
Posted in CINTA, Renungan Mencerahkan, fiksi, puisi baru
Jika hatimu pernah dihuni oleh perasaan yang ingin terus bersembunyi di dalamnya dan sama sekali tak mampu menunjukkan diri, apa yang akan kau lakukan? Perasaan yang harus kau simpan dan tak mampu kau ungkapkan, bukankah itu menyiksa? Perasaan yang ingin kau hapus, tapi tak juga menghilang, bukankah itu menyiksa?
Pada dinding yang bisu
detak itu berbicara bertalu-talu
Pada malam yang berangin
getar itu bernyanyi bersama sepi
Sunyi itu tak lagi terasa mencekik
detak itu telah menjadi kerak
Sepi itu tidak lagi terasa menyayat
getaran itu telah lama berkarat
~Len 071212
Tags: 57463
Posted in puisi baru
rindu ini memusingkan
karena aku tak dapat menemukanmu
tidak pada rangkaian kata-kata rumit
meski berbait-bait ia telah kutulis
tidak pada lagu-lagu tentangmu
meski berulang-ulang ia mengalun Read the rest of this entry »
Tags: PUISI, rindu, setengah mati
Posted in fiksi, puisi baru
Hembusan angin itu seperti sebuah kebetulan, yang membuat halaman lama dari bukuku terbuka. Hingga aku, mau tak mau, harus membacanya.
Mataku menangkap hanya satu kata pada halaman itu, namun benakku begitu saja dipenuhi oleh ratusan cerita. Tentang kasih polos, tulus dan begitu dalam. Begitu banyak musik dalam cerita itu, dan benakku bernyanyi bersama ingatanku. Ingatan pada cerita yang berakhir dengan drama yang ironis. Begitu sedih hingga mataku terasa panas dan berair.
Kau tau, rasa rindu kadang terasa amat menyiksa hingga kau ingin menangis saat merasakannya. Menyentuh bibirmu yang membisikkan namanya dan hatimu berteriak berulang-ulang “I miss you!!!”
I don’t know, apakah ini akan membantu, tapi aku akan melakukannya. Bukan untuk meredakan rasa ini, tapi karena hanya itu yang bisa kulakukan.
Kuharap hembusan angin akan menutup kembali halaman itu. Karena aku takkan sanggup melakukannya. Tidak akan pernah dengan namamu yang masih tercetak jelas di dalamnya.
=len.100911=
For my cute fren, melmel: you’ve inspired me. n.. I told you! sumtime seeing his face is more than enough ^.^
Pict taken from here
Posted in CINTA, fiksi, puisi baru
Search
Featured Video
Tags
- 57463 Add new tag Alam ANAK - ANAK andai aneh belajar belanja blog bom capek CERAH cerpen curut dblogger Dblogger 2nd Annyversary dewasa facebook fiksi inspirasi jilena kangen kantor KELUARGA kerja kesehatan lagu lebaran menulis motivasi musik nurani menyebutnya batas pendidikan PUISI RENUNGAN rindu sahabat sakit SEDIH semangat senyum setengah mati Surat Terakhir teman TIDUR
Kategori
- Tak Berkategori (20)
- cerita (24)
- CINTA (17)
- fiksi (5)
- Tips dan Trik (1)
- Sekretaris (2)
- Motivasi Kerja (8)
- puisi baru (20)
- wishlist (1)
- Renungan Mencerahkan (20)
- Ordinary life (24)
- puisi lawas (5)



0
Comments